Kartasura, 1 Oktober 2022 – Program Studi Sejarah Peradaban Islam bersama Komunitas Soeracarta Heritage Society mengadakan Lokakarya dan Deklarasi Desa Sadar Budaya dengan tema “Pemberdayaan Komunitas Masyrakat Untuk Pelestarian Situs Sejarah Dan Penguatan Potensi Ekonomi Kreatif Pasca Pandemi di Kecamatan Kartasura” yang bertempat di Aula lantai 4 gedung Fakultas Adab dan Bahasa UIN Raden Mas Said Surakarta. Lokakarya ini turut mengundang pihak akademisi, Camat Kartasura, 12 Kepala Desa dan Lurah di Kecamatan Kartasura, tokoh masyarakat, dan 16 komunitas sejarah dan budaya di kecamatan Kartasura dengan total keseluruhan sebanyak 70 peserta.

Kartasura dalam kajian sejarah dikenal sebagai kawasan yang memiliki posisi penting sejak berdirinya Kerajaan Mataram Islam, atau yang dikenal sebagai kerajaan Pajang. Dilihat dari sisi historis itulah kawasan Kartasura memiliki banyak peninggalan sejarah. Warisan kerajaan Islam Jawa yang sampai sekarang masih bisa dijumpai antara lain Benteng Kedhaton, yang belum lama menarik pusat perhatian karena sempat digempur oleh oknum yang tidak bertanggung jawab. Selain itu, beberapa bulan kemudian menyusul kejadian serupa di Benteng Singopuran, Kartasura. Dilatarbelakangi hal tersebut, Prodi Sejarah Peradaban Islam UIN Raden Mas Said Surakarta bersama Komunitas Soeracarta Heritage Society mengajak masyarakat Kartasura untuk bersama-sama bersinergi dan bekerjasama untuk menjaga peninggalan sejarah di Kartasura melalui serangkaian tahapan kegiatan yang akan dilakukan. Tahapan pertama adalah Lokakarya dan deklarasi desa sadar sejarah. Rencananya tindak lanjut dari hasil FGD tersebut akan dijadikan acuan dalam meningkatkan hubungan kerjasama antar elemen masyarakat di Kartasura.

Kegiatan Lokakarya ini dibuka oleh Dekan Fakultas Adab dan Bahasa, Prof. Dr. Toto Suharto, S.Ag., M.Ag. Dalam pembukaan kegiatan Lokakarya ini, beliau berpesan agar kegiatan semacam ini dapat terus berkesinambungan, karena kampus harus melaksanakan Tri Dharma Perguruan Tinggi berupa Pendidikan, Penelitian dan Pengabdian kepada masyarakat. Selain itu, Lokakarya ini mendapat sambutan dan apresiasi tinggi oleh Camat Kartasura, Bp. Drs. Joko Miranto. Beliau menyampaikan bahwa kegiatan Lokakarya semacam ini penting untuk menumbuhkan kesadaran masyarakat akan warisan budaya dan sejarah di kawasan Kartasura. Pihak kecamatan sangat mendukung atas deklarasi Desa Sadar Sejarah Kartasura sebagai output dalam kegiatan Lokakarya ini. Pihaknya juga berharap bahwa hasil kerjasama dapat ditampilkan pada HUT Kartasura di tahun mendatang.

Kegiatan Lokakarya ini diisi dengan 3 pemateri. Pemateri pertama, Dr. Sri Margana, M.Hum., M.Phil sejarawan UGM yang memberikan materi terkait kekayaan heritage Indonesia khususnya peninggalan Kerajaan Islam Jawa yang berada di luar negeri. Pemateri kedua, Albertus Kriswandhono, S.T., M.Hum yang merupakan direktur Kunokininanti, novel berbasis arkeologi di Semarang, beliau memaparkan tentang cagar budaya warisan kerajaan Mataram khsususnya di Kartasura yang penting untuk tetap dilestarikan. Pemateri terakhir oleh Muhammad Aprianto, S.S seorang pencetus Soerakarta Walking Tour yang sudah lama berkiprah di kota Solo sebagai sekelompok pecinta sejarah.

    

Puncak kegiatan Lokakarya ini berupa pembacaan dan penandatanganan Deklarasi Desa Sadar Sejarah Kartasura yang dipimpin oleh Bapak camat Kartasura, Drs. Joko Miranto dan diikuti segenap tamu undangan yang hadir. Harapannya kegiatan ini menjadi langkah awal Prodi Sejarah Peradaban Islam dalam mengembangkan Tri Dharma Perguruan Tinggi dalam bidang penelitian dan pengabdian kepada masyarakat, khususnya Kecamatan Kartasura.